DIARY PESANTREN : ZIARAH

Ziarah adalah kegiatan mengunjungi maqam atau kubur dalam konteks pesantren adalah makam guru dan Syaikh untuk ihda'u tsawab, dan bertawasul serta ngalap berkah dari kegiatan tersebut. Di pondok ku kegiatan ziarah biasanya dilakukan pada hari jum'at pagi, juga pada saat moment Haul yaitu peringatan hari dan tanggal meninggalnya Syaikh kami.

Adapun rujukan bolehnya berziarah ini, salah seorang ulama bermazhab Syafi’i, Syekh Khatib Assyarbini menyebutkan:


يُنْدَبُ لَهُنَّ زِيَارَةُ قَبْرِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِنَّهَا مِنْ أَعْظَمِ الْقُرُبَاتِ، وَيَنْبَغِي أَنْ يُلْحَقَ بِذَلِكَ بَقِيَّةُ الْأَنْبِيَاءِ وَالصَّالِحِينَ


“Disunnahkan bagi perempuan menziarahi makam Rasulullah shallallahu a’laihi wasallam, karena hal itu merupakan sarana terbesar untuk mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Dan sepatutnya, makam-makam para nabi dan orang-orang shaleh disamakan dengan makam Rasulullah shallallahu a’laihi wasallam”

(Muhammad bin Muhammad Al-Khatib Assyarbini, Al-Iqna’ fi Halli Alfadzi Abi Syuja’, h. 423).

Sumber: https://islam.nu.or.id/post/read/112639/beda-pendapat-ulama-soal-berziarah-ke-makam-wali

Kiranya satu redaksi itu dulu, selengkapnya buka di link...

Jadi, hari jum'at adalah hari libur ku saat itu, untuk sekolah agama, sedangkan hari minggu sekolah masuk. Setiap hari jum'at pagi saat itulah diadakan kegiatan ziarah. Udara pagi yang dingin dan rasa kantuk yang masih  menggelayut, mengawali hari libur dengan kegiatan istimewa. Saat acara ziarah dimulai, yang memimpin akan mengucap salam juga penegasan niat ziarah kubur : "Assalamu'alaika ya waliyullah ( salam bagi engkau wahai wali Allah ) ji'naka zaa'iriin ( kami datang pada engkau untuk berziarah ) wa 'alaa maqoomika waqifiin, auda'naa 'indaka syahadatan an laa Ilaaha Illalaah wa anna Muhammdurrasulullah ( kami berdoa di samping engkau dengan syahadat,dst. )

Di pondokku ada beberapa makam yang diziarahi, paling dekat adalah makam Syaikh K.H. Abdurrahman bin Qosidil Haq, beliau adalah murid dari Syaikh K.H. Ibrahim yang makamnya ada dibelakang komplek pondokku, kemudian yang paling jauh adalah Makam Kyai Abdurrahman yang ada di desa Menur, Mranggen.

Sebagai santri, kami terbiasa kemana-mana berjalan kaki, karena ada peraturan untuk tidak membawa kendaraan pribadi, termasuk jauh-jauh berjalan kaki berziarah sampai desa lain, itulah desa Menur yang aku sebut tadi. Kecuali mereka yang tau-tau numpang angkot dan ojek..hahah...disamping lelah karena jalan yang jauh tapi kami juga disuguhkan pemandagan pedesaan dan ladang sawah yang asri di sore hari. Iya kegiatan dimulai pada sore hari, terus..kos makan gimana...??!! tenang, pengurus kos makan akan datang di spot perjalanan untuk membagikan jatah makan yang sudah dibungkus...dan yah..termasuk permintaan untuk libur dulu kegiatan habis maghrib dan isya' karena capeknya perjalanan barusan, kadang juga ada yang baru pulang saat maghrib, tentu diliburkan dulu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Virus Mining Kripto 'XMRIG', Ketika PC-ku Dipanen Diam-diam

BLOGGER 2025

Wasiat Terakhir untuk NU: Sebelum Tenggelam oleh Euforianya Sendiri