BLOGGER 2025
Ay Yoo...semuanya...OMG! udah 2025 nih udah lama banget Blogging dari jaman praktikum komputer sekolah dulu, sampe iseng-iseng gabut pas pulang kerja...terus nganggur lama banget ini Blog terbengkalai...hahaha
Ya..gimana yak, produk Google satu ini emang rasanya agak kurang dilirik dibandingin platform medsos kayak Facebook, IG, Quora, et cetera...
Kita udah terlalu nyaman buat sekedar lempar status singkat, atau artikel di platform lain, meme, posting timpa, rage bait, dan lain-lain. Tapi buat aku pribadi, akhir-akhir ini aku sadar...bahwa yang katanya freedom of speech, ternyata masih ada satu pengecualian yang mengundang bayang gelap konsekuensi berat: pemblokiran moderasi...yap! kena banned hanya karena satu kejujuran yang paling terang.
Diary singkat di penghujung tahun 2025 ini, sebagai latar belakang keresahan ku...
Drama tentang pesantren dan figur agama bergemuruh-mencuat viral menjadi satu fenomena yang satir dan getir. Dimana berbagai kasus yang menyeret nama pesantren, akibat ulah segelintir oknum. Mengundang berbagai ujaran di medsos. Kenapa satir? karena realita di lapangan, banyak kasus yang melibatkan nama pesantren ini justru kontradiktif dari ekspektasi masyarakat. Pesantren yang seharusnya tempat yang baik, dengan santri-santri yang saleh, rupanya masih diwarnai berbagai hal yang kontradiktif. Masih ada bullying, dan berbagai tekanan mengundang sejumlah protes dari masyarakat.
Sebelumnya Disclaimer ya...di sini aku berusaha sebisa mungkin, untuk tidak menyinggung suatu brand, figur, atau bahasa kekiniannya: 'sebut nama' 'sebut merek'....entahlah, sejak peristiwa demo di satu acara TV itu, seolah banyak platform jadi trauma untuk menampung 'sebut merek' akan suatu opini atau kritik-meskipun kritik yang membangun.
Jadi ya gitulah...aku balik lagi di platform ini, yang cukup personal. Tentang keresahan-keresahan, tanpa takut sama bayang-bayang moderasi yang cukup brutal.
Komentar
Posting Komentar