Postingan

Merdeka dari Moderasi: Ketika Suara Manusia Diarahkan oleh Robot

Gambar
  Ada saat di mana aku sadar: dunia digital ini semakin keras kepala. Kita disuruh menulis, tetapi dilarang bicara apa adanya. Kita diminta jujur, tapi dikekang oleh garis-garis tak kasat mata yang ditetapkan oleh sistem yang bahkan tak membaca niat kita. Kita diminta berdiskusi, tetapi sedikit saja menyinggung topik sensitif—langsung dilempar ke ruang isolasi digital dengan label: berpotensi memicu perdebatan SARA. Lucu, bukan? Niatku menasehati—memberi pandangan, memberi peringatan, atau sekadar mengajak merenung—malah diterjemahkan oleh robot sebagai “bahaya publik”. Yang lebih menggelikan: kalau mau banding, disuruh kirim email… ke tim yang entah membaca atau tidak. Mirip mengadu ke tembok marmer: tebal, dingin, dan tidak punya telinga. Saat itulah aku sadar… Platform bukan rumah . Platform hanya kos-kosan. Dan pemilik kos bisa menendangmu kapan saja. Menulis di Rumah Orang: Selalu Ada Aturan yang Tidak Bisa Kau Sentuh Di banyak platform, suara manusia disaring oleh m...

Surat untuk Kawan

 Ada masa di mana aku percaya, kita semua tumbuh dalam lingkaran yang sama—berangkat dari tanah pesantren, berbagi gelak tawa di serambi, menanggung lelah hafalan, dan pulang dengan memori yang kadang masih menempel di pakaian. Aku dulu yakin, persahabatan yang ditempa di sana akan tumbuh jadi sesuatu yang tetap, meski kita berjalan ke arah yang berbeda. Namun waktu punya cara yang halus tapi kejam untuk membuka tabir. Ia tidak berteriak, ia hanya menunjukkan siapa yang tetap tinggal dan siapa yang ternyata hanya bayangan di keramaian. Kawan, aku tidak pernah menuntut banyak. Tidak pernah memintamu datang dari jauh untuk acara besar. Yang kuharapkan hanyalah sedikit perhatian dalam bentuk paling sederhana: tatkala aku mengundangmu, engkau hadir; tatkala aku butuhmu, engkau menoleh. Nyatanya, itu terlalu mahal. Aku melihat bagaimana engkau dan yang lain dengan gagah berangkat ke utara, ke selatan, ke barat, ke mana pun demi reuni besar, haul masyayikh , atau pertemuan berlab...

Wasiat Terakhir untuk NU: Sebelum Tenggelam oleh Euforianya Sendiri

Wahai ormas yang sepuh, yang kami hormati. Engkau lahir dari rahim perjuangan, dari darah para kiai yang ikhlas, dari tangan-tangan santri yang mencintai ilmu. Engkau adalah pelita di tengah kegelapan bangsa, benteng terakhir Ahlussunnah wal Jama’ah yang menolak ekstremisme dan kebodohan. Tapi di setiap kejayaan, selalu ada potensi kelalaian. Dan kelalaian itu kini mulai terasa. Yang kami khawatirkan bukan kehancuran fisik, tapi runtuhnya kepercayaan umat. Dan ketika umat berhenti percaya pada ulama, maka Islam perlahan kehilangan wajah yang dipercayai masyarakat. Toleransi yang Melampaui Batas Toleransi memang perintah Allah, tapi bukan tanpa batas. Allah berfirman: "لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ" “Untukmu agamamu, dan untukku agamaku.” (QS. Al-Kafirun [109]: 6) Ayat ini bukan seruan untuk mencampur keyakinan, tetapi garis tegas bahwa akidah harus tetap dijaga dalam bingkai damai tanpa harus larut. Namun kini, sebagian dari kalian memperluas makna toleran...

BLOGGER 2025

Ay Yoo...semuanya...OMG! udah 2025 nih udah lama banget Blogging dari jaman praktikum komputer sekolah dulu, sampe iseng-iseng gabut pas pulang kerja...terus nganggur lama banget ini Blog terbengkalai...hahaha Ya..gimana yak, produk Google satu ini emang rasanya agak kurang dilirik dibandingin platform medsos kayak Facebook , IG , Quora , et cetera... Kita udah terlalu nyaman buat sekedar lempar status singkat, atau artikel di platform lain, meme, posting timpa, rage bait, dan lain-lain. Tapi buat aku pribadi, akhir-akhir ini aku sadar...bahwa yang katanya freedom of speech , ternyata masih ada satu pengecualian yang mengundang bayang gelap konsekuensi berat: pemblokiran moderasi ...yap! kena banned hanya karena satu kejujuran yang paling terang. Diary singkat di penghujung tahun 2025 ini, sebagai latar belakang keresahan ku... Drama tentang pesantren dan figur agama bergemuruh-mencuat viral menjadi satu fenomena yang satir dan getir. Dimana berbagai kasus yang menyeret nama pesantr...

DIARY PESANTREN : ZIARAH

Gambar
Ziarah adalah kegiatan mengunjungi maqam atau kubur dalam konteks pesantren adalah makam guru dan Syaikh untuk ihda'u tsawab, dan bertawasul serta ngalap berkah dari kegiatan tersebut. Di pondok ku kegiatan ziarah biasanya dilakukan pada hari jum'at pagi, juga pada saat moment Haul yaitu peringatan hari dan tanggal meninggalnya Syaikh kami. Adapun rujukan bolehnya berziarah ini, salah seorang ulama bermazhab Syafi’i, Syekh Khatib Assyarbini menyebutkan: يُنْدَبُ لَهُنَّ زِيَارَةُ قَبْرِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِنَّهَا مِنْ أَعْظَمِ الْقُرُبَاتِ، وَيَنْبَغِي أَنْ يُلْحَقَ بِذَلِكَ بَقِيَّةُ الْأَنْبِيَاءِ وَالصَّالِحِينَ “Disunnahkan bagi perempuan menziarahi makam Rasulullah shallallahu a’laihi wasallam, karena hal itu merupakan sarana terbesar untuk mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Dan sepatutnya, makam-makam para nabi dan orang-orang shaleh disamakan dengan makam Rasulullah shallallahu a’laihi wasallam” (Muhammad bin Muhammad Al-...

HARI SANTRI 22 OKTOBER 2020

Gambar
  Selamat Hari Santri...tiap 22 Oktober di tahun ini 2020. Peran santri dalam dakwah sosial dan kajian ilmu agama yang lengkap, harus dijaga supaya pemahaman agama dapat dipahami secara luas dan baik. Mengenang hidupku sebagai santri terlepas dari, segala kesusahan hidup, keprihatinan, di asrama pesantren. Tahun-tahun berpuasa dari kesenangan duniawi, tanpa hiburan, hanya koran tak ada PS, atau televisi, seperti anak-anak seusia pada umumnya, supaya benar-benar fokus menerima ilmu yang diberikan, yaitu ilmu Fikih, Ushul Fikih, dan Tafsir. Terbukti, kita ditunjukkan macam-macam wajah diluar gerbang pondok saat kita jenuh di dalam pondok. Tahun kemarin sesudah acara dan pawai yang kita laksanakan, besok-besoknya. diwarnai dengan pawai lanjutan, dari kelompok yang entah darimana backgroundnya...membawa atribut islami, dan saling baper antar kelompok. Rupanya, itu hanyalah politik receh belaka, yang hanya ingin menarik simpati masyarakat, dan digiring kepada tokoh dan calon pejabat. da...

REVIEW HAPE VIVO Y12i

Gambar
Seneng banget akhirnya bisa dapat kesempatan beli hape baru. dari tabungan cash..!! tanpa pusing2 cicilan lagi. Cuma sekitar 3 tahun dari hape lama ku, model desain hape smartphone di pasaran cukup bikin ngiler..terimakasih pada tren pasar, yang menginginkan hape sebagai hiburan ( lebih dari TV ). Dengan bezel yang dipangkas, merupakan inovasi yang mantap tambah lega buat streaming video, main game, edit foto dll. Saat ini bisa dibilang, brand hape yang sedang tren adalah VIVO dan OPPO. Pas lewat konter hape pasti yang paling menonjol adalah dua merek tersebut, meski beberapa yang nyindir dari brand kawakan seperti Samsung, LG, Apple, berusaha bersaing dengan brand pendatang tersebut. Namun, nyatanya, tidak bisa dianggap remeh...pasalnya OPPO dan VIVO memang lebih cepat update dalam mengusung inovasi jauh banget dibanding brand kawakannya. Seperti bezel alis kamera depan, pernah diusung Apple Iphone X, namun Apple gak cukup cepat mengusung alis kecil atau waterdrop VIVO pun...